Setelah
membaca elegi permintaan murid cerdas ini, kita jadi semakin mengerti mengenai hakikat
membimbing. Guru pada hakikat membimbing adalah selalu memberdayakan siswa pada
setiap kegiatan pembelajarannya. Namun, pada kenyataannya banyak guru yang
hanya memberikan materi dengan metode ceramah melulu. Metode yang demikian ini
disebut metode tradisional. Dalam metode ini siswa sulit untuk mengembangkan
potensi yang ada dalam diri siswa, karena dalam metode ini seakan-akan siswa
hanyalah sebuah obyek yang bisa dijadikan apapun oleh gurunya. Metode yang
seperti ini hendaknya segera diganti dengan metode inovatif yang mampu
memberikan kesempatan pada siswa untuk mengembangkan potensi yang ada dalam
dirinya. Metode inovatif dapat dilakukan dengan cara, guru selalu melibatkan
siswanya dalam kegiatan pengajarannya, memberikan sumber-sumber belajar yang
tidak hanya berpedoman pada buku salah satunya dengan memberikan LKS dan memberikan
pembelajaran yang beranekaragam (variatif) agar tidak membosankan.
Selain
itu, perlakukanlah siswa sebagaimana merekalah yang menjadi center atau pusat dari pembelajaran itu.
Jangan jadikan mereka sebagai pelengkap dalam pembelajaran kita, jangan pula
perlakukan siswa seolah-olah mereka tidak tau mengenai apa yang kita sampaikan.
Kemudian jangan pernah memaksakan siswa untuk suka terhadap pelajaran yang kita
sampaikan karena perasaan suka itu hanya bisa tumbuh dari dalam siswa itu
sendiri. Guru juga diharapkan mampu bersifat demokratis dan adil dalam
menghadapi siswa yang yang beranekaragam. Demokratis yang dimaksud adalah meperlakukan
siswa secara wajar dan sama baik siswa yang pandai maupun siswa yang kurang
pandai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar